Mendeskripsikan Pola Perilaku Konsumen Dan Produsen Dalam Kegiatan Ekonomi



Setiap kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,
dinamakan kegiatan ekonomi. Bagaimanakah pola perilaku konsumen dan produsen dalam
kegiatan ekonomi? Untuk mengetahui pola perilaku konsumen dan produsen kita perlu
memerhatikan semua kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ekonomi masyarakat dapat
dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: produksi, distribusi, dan konsumsi.
1. KONSUMSI
a. Pengertian Konsumsi
Dalam kegiatan tertentu kalian pasti sering
mendengar istilah konsumsi, di mana tugas dari
konsumsi adalah menyediakan makan dan minum.
Dari contoh di atas berarti konsumsi adalah
kegiatan makan dan minum. "Apakah konsumsi
hanya berhubungan dengan makan dan minum
saja?" Konsumsi memiliki pengertian kegiatan
mengurangi atau menghabiskan nilai guna atau
manfaat suatu barang atau jasa. Dari pengertian
tersebut tentu kalian akan menjawab pertanyaan
berikut ini. "Apakah menonton televisi termasuk

Dalam mengetahui pola
perilaku konsumen dan
produsen kita perlu
memperhatikan semua
kegiatan ekonomi masya-
rakat. Kegiatan ekonomi
masyarakat dapat dike-
lompokkan menjadi 3
(tiga), yaitu: produksi,
distribusi dan konsumsi.
27
kegiatan konsumsi?" Agar mudah
membedakan apakah suatu kegiatan
adalah kegiatan konsumsi atau
bukan, maka kalian wajib memahami
ciri-ciri kegiatan konsumsi ialah
barang yang digunakan dalam
kegiatan konsumsi merupakan
barang konsumsi, ditujukan langsung
untuk memenuhi kebutuhan dan
barang yang digunakan akan
Sumber: rievees.bogspot.com
habis atau berkurang.
Gambar 2.2 Makan adalah salah satu contoh konsumsi.
Dari ciri-ciri kegiatan konsumsi
di atas dapatlah disimpulkan bahwa
konsumsi ialah kegiatan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu
barang/jasa. Pelaku kegiatan konsumsi dinamakan konsumen.
b. Tujuan dan Perilaku Konsumen
Dalam kegiatan ekonomi seorang konsumen melaksanakan kegiatan konsumsi
mempunyai beberapa tujuan. Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi dan ini
juga adalah pola perilaku dari konsumen yaitu:
a. Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap
Setiap orang yang melaksanakan konsumsi akan mengurangi nilai guna barang
atau jasa itu secara bertahap. Sebagai contohnya ialah seperti memakai
pakaian, kendaraan dan sepatu.
b. Menghabiskan nilai guna barang sekaligus
Konsumen juga dapat menghabiskan nilai guna barang sekaligus. Sebagai
contoh adalah makan dan minum.
c. Memuaskan kebutuhan secara fisik
Seseorang melaksanakan konsumsi memiliki tujuan untuk mencukupi kebutuhan
mereka secara fisik. Kebutuhan itu sudah dijelaskan pada pembahasan
bab sebelumnya. Contohnya ialah mengenakan pakaian yang bagus agar
penampilannya bertambah baik.
d. Memuaskan kebutuhan rohani
Tidak hanya kebutuhan secara fisik saja tujuan seorang konsumen melakukan
kegiatan konsumsi akan tetapi juga untuk memuaskan kebutuhan rohani
seperti contohnya ialah membeli kitab suci untuk kebutuhan religiusitas/
rohaninya.
Agar dapat melaksanakan konsumsi seseorang wajib mempunyai barang atau jasa
untuk dikonsumsi yang dapat diperoleh dengan menggunakan perangkat tukar berupa uang.
Banyaknya barang yang dikonsumsi bergantung banyaknya barang yang tersedia di
masyarakat serta harga barang itu. Oleh sebab itu, besarnya konsumsi seseorang
akan dipengaruhi faktor-faktor seperti berikut ini:
28

1. kemampuan masyarakat dalam me-
Sebelum membaca uraian selanjutnya,
nyediakan barang-barang konsumsi,
pilihlah dari tiga kegiatan berikut mana
2. besarnya penghasilan, khususnya yang
yang termasuk kegiatan konsumsi:
tersedia untuk dibelanjakan, dan
1. Tono mengangkut pasir dari
3. tingkat harga barang-barang.
sungai ke material.
Di samping ketiga faktor itu, besar-
2. Rochmad menonton film di
nya konsumsi seseorang juga dipengaruhi
bioskop
oleh selera dan intensitas kebutuhannya
3. Pak Jono menggunakan pupuk
terhadap barang yang bersangkutan serta
kandang pada kebun jagungnya.
adanya barang substitusi. Semakin tinggi
selera dan intensitas kebutuhannya, akan
cenderung semakin besar jumlah konsumsi-
nya. Sedangkan semakin banyak jumlah dan jenisnya barang substitusi akan
menyebabkan semakin berkurangnya jumlah konsumsi barang yang disubstitusi.
Besarnya konsumsi masyarakat (tingkat konsumsi masyarakat) mencerminkan tingkat
kemakmuran masyarakat itu, maknanya makin tinggi tingkat konsumsi masyarakat,
berarti makin tinggi pula tingkat kemakmurannya.
2. PRODUKSI
a. Pengertian Produksi
Sumber: www.bantulbiz.com
Sumber: www.jakarta.com
Gambar 2.3 Industri kerajinan dan mebel adalah bagian dari kegiatan produksi
Dalam pengertian sederhana, produksi berarti kegiatan menghasilkan barang/
jasa. Produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu
barang/jasa. Pelaku kegiatan produksi disebut produsen. Contohnya ialah: kapas
diolah menjadi benang, benang menjadi kain, ban mobil bekas dijadikan sandal
atau pot bunga.
b. Tujuan Produksi dan Perilaku Produsen
Dari pengertian itu jelas bahwa kegiatan produksi memiliki tujuan dan
memengaruhi perilaku produsen yang meliputi:
a. Menghasilkan barang atau jasa
Sangat jelas jika tujuan kegiatan produksi adalah menghasilkan barang atau jasa
dengan menciptakan barang/jasa baru melalui proses produksi oleh produsen.

29
b.
Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
Sebuah perusahaan/industri memproduksi suatu barang memiliki tujuan untuk
meningkatkan nilai guna barang itu sendiri, di mana sebelumnya barang
tersebut belum/kurang berguna tetapi sesudah melalui proses produksi nilai
guna dari barang itu menjadi lebih tinggi.
c. Meningkatkan kemakmuran masyarakat
Tujuan dari proses produksi diharapkan dapat menghasilkan produk yang
nantinya dapat mendatangkan keuntungan (profit oriented) yang nantinya
kemakmuran masyarakat akan meningkat sebab masyarakat akan
memperoleh keuntungan dengan memproduksi suatu barag/jasa.
d. Meningkatkan keuntungan
Dengan memproduksi barang dan jasa diharapkan dapat meningkatkan
keuntungan industri/perusahaan itu.
e. Memperluas lapangan usaha
Apabila suatu perusahaan sudah mempunyai skala produksi yang besar dan
diminati/laku pasar maka dapatlah dipastikan bahwa perusahaan itu
akan semakin besar sehingga dapat memperluas lapangan usaha.
f. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan
Tujuan selanjutnya adalah untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan
sehingga perusahaan itu dapat terus berjalan baik dalam memperoleh
faktor-faktor produksi, memproduksi barang dan jasa serta menjualnya ke
pasar untuk mendapatkan keuntungan.
Berdasarkan pengertian dan tujuan dari kegiatan produksi tentunya manusia
berusaha apa yang adalah kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi secara baik
atau mendekati kemakmuran.
3. DISTRIBUSI
Sumber: www.intranet.usc.edu.au
Gambar 2.4 Pedagang minyak tanah berkeliling kampung/perumahan dan pedagang mebel
menjajakan barang dagangannya, termasuk contoh distribusi.
30

a. Pengertian distribusi
Kalian pasti pernah melihat seseorang yang membawa barang tertentu untuk
ditawarkan kepada pembeli, contoh seperti tukang sayur, tukang bakso dan tukang
sate. Kegiatan yang dilakukan orang-orang itu adalah kegiatan
distribusi.
Distribusi adalah kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan
produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan
konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih meningkat
setelah dapat dikonsumsi.
Dari apa yang baru saja diuraikan dapat disimpulkan bahwa distribusi adalah
semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dan/atau jasa dari
produsen ke konsumen. Orang yang melaksanakan kegiatan distribusi disebut
distributor.
Ada tiga jenis saluran distribusi, yaitu:
a. Saluran distribusi langsung
Produsen
Konsumen
Contoh: petani sayur menjual sayuran di pasar.
b. Saluran distribusi semi langsung
Produsen
Perantara
Konsumen
Contoh: Penerbit buku menjual bukunya melalui sales.
c. Saluran distribusi tidak langsung
Produsen
Pedagang Besar
Pedagang Kecil
Pedagang Eceran
Konsumen.
Contoh: Pabrik televisi menjual televisi kepada konsumen melalui pedagang
barang elektronik yang mengambil/membeli dari agen atau perwakilan
dagang pabrik televisi itu.
b. Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau
harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
1) Pengangkutan (Transportasi)
Pada biasanya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal
konsumen, perbedaan tempat ini wajib diatasi dengan kegiatan pengangkutan.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya
teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini berakibat barang
yang disalurkan semakin luas, sehingga membutuhkan perangkat transportasi
(pengangkutan).

31
2) Penjualan (Selling)
Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan
oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat
dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen
dapat menggunakan barang itu.
3) Pembelian (Buying)
Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan
barang dilakukan produsen, maka pembelian dilakukan orang yang
membutuhkan barang itu.
4) Penyimpanan (Stooring)
Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih
dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barang-
barang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan). Contoh, kalian bisa lihat
mengapa orang tua kita ada yang membuat lumbung padi?
5) Pembakuan Standar Kualitas Barang
Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual atau pembeli selalu
menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan
diperjualbelikan. Oleh sebab itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis,
ukuran, atau kualitas barang yang akan diperjualbelikan itu.
Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan
dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.
6) Penanggung Risiko
Barang yang didistribusikan bisa jatuh dan pecah, maka rusaklah barang yang
akan didistribusikan itu. Hal ini mungkin saja terjadi pada kegiatan
distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung risiko. Pada
jaman sekarang untuk menanggung risiko yang muncul bisa dilakukan
kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.
c. Saluran Distribusi
Pengertian dari saluran distribusi atau perantara distribusi adalah orang atau
lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan
konsumen dengan tujuan untuk mendapat keuntungan. Saluran distribusi dapat
kita bedakan menjadi dua golongan lembaga distribusi, yaitu pedagang dan
perantara khusus.
1) Pedagang
Pengertian pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan
menjual barang kembali tanpa mengubah bentuk dan tanggung jawab sendiri
dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Pedagang dibedakan menjadi:
a) Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler) adalah pedagang yang membeli
barang dan menjualnya kembali kepada pedagang yang lain. Pedagang
besar selalu membeli dan menjual barang dalam partai besar.
32

b) Pedagang Eceran (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dan
menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Untuk membeli biasa
partai besar, tetapi menjualnya biasanya dalam partai kecil atau persatuan.
2) Perantara Khusus
Sama halnya dengan pedagang, kegiatan perantara khusus juga menyalurkan
barang dari produsen sampai ke tangan konsumen. Bedanya perantara khusus
tidak bertanggung jawab penuh atas barang yang tidak laku terjual. Perantara
khusus meliputi:
a) Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas nama perusahaan.
Menjualkan barang hasil produksi perusahaan itu di suatu daerah
tertentu. Balas jasa yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.
b) Broker (Makelar) adalah perantara pemasaran yang kegiatannya
mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan kontrak atau
transaksi jual beli. Balas jasa yang diterima disebut kurtasi atau provisi.
c) Komisioner adalah perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya
sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Balas jasa yang diterima
disebut komisi.
d) Eksportir adalah pedagang yang melaksanakan aktivitasnya dengan
menyalurkan barang ke luar negeri.
e) Importir adalah pedagang yang melaksanakan aktivitasnya dengan
menyalurkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.
Jika dibuatkan bagan, maka hubungan antara produsen, saluran distribusi
dan konsumen sebagai berikut.
Keterangan:
P = Pengecer
B = Broker
G = Grosir
K = Komisioner
A = Agen
Gambar 2.5 bagan hubungan antara produsen, saluran distribusi dan konsumen

33
d. Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan distribusi
Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan distribusi ialah:
1) Faktor Pasar
Dalam lingkup faktor ini, saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian
konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan
dan kebiasaan dalam pembelian.
2) Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan
berat barang, gampang rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.
3) Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan
kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.
4) Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan
perantara, sikap perantara pada kebijaksanaan produsen, volume
penjualan dan ongkos penyaluran barang.

Sumber : Buku Ekonomi Kelas 10, Kemdikbud

0 Response to "Mendeskripsikan Pola Perilaku Konsumen Dan Produsen Dalam Kegiatan Ekonomi "

Posting Komentar