Mengidentifikasi Hilangnya Kesempatan Pada Tenaga Kerja Bila Melakukan Produksi Di Bidang Lain




Setiap negara selalu dihadapkan pada masalah ketenagakerjaan, yaitu ketersediaan
lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja. Pengangguran terjadi di setiap negara , hal ini terjadi
karena kesenjangan antara penyedia lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang
mencari pekerjaan, serta adanya kesenjangan informasi dan keahlian yang diinginkan.
Mereka yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan itulah yang
disebut pengangguran. Kondisi manakala semua lowongan pekerjaan terisi penuh oleh
para pencari kerja inilah yang disebut dalam ilmu ekonomi sebagai full employment.
10

Karena adanya kelangkaan sumber daya, maka kapan pun orang/sebuah membuat pilihan
maka dia akan kehilangan kesempatan untuk mendapat barang yang lain. Hal itulah yang
dimaksud dengan biaya peluang. Biaya adalah biaya yang wajib dikorbankan untuk memperoleh
kebutuhan barang atau jasa yang lain. Jadi, biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya karena
hilangnya kesempatan akibat dari pemenuhan suatu kebutuhan yang lain.
Konsep Opportunity Cost dapat digambarkan dengan menggunakan batas kemungkinan
produksi (production possibility frontier-PPF). Batas kemungkinan produksi (production possibility
frontier - PPF) adalah jumlah produksi yang dapat dicapai oleh suatu perekonomian, dengan
menggunakan sumber daya yang terbaik asalkan pengetahuan teknologi dan jumlah
inputnya tersedia. PPF merepresentasikan daftar barang dan jasa yang tersedia untuk
masyarakat. Batas kemungkinan produksi dalam bentuk grafik disebut kurva batas
kemungkinan produksi (production possibility frontier curve).
Efesiensi sumber daya dalam memproduksi dua komoditas tidaklah sama. Setiap
tambahan satuan komoditas pertama yang diproduksi menyebabkan sejumlah komoditas
kedua wajib dikorbankan. Sesuai konsep opportunity cost, biaya dari setiap satuan bahan
pembuat komoditas pertama yang diproduksi sama dengan kesempatan atau peluang yang
hilang atau jumlah komoditas kedua yang wajib dikorbankan.
Kemungkinan Unit
Senjata
A
B
C
D
E
F
Sepeda
Motor
0
1
2
3
4
5
Senjata
1
2
3
4
5
Tabel 1.1 Alternatif Kemungkinan Produksi
Pada Tabel 1.1 menunjukkan suatu perusahaan "X" mampu memproduksi 15 unit
sepeda motor tanpa memproduksi senjata yang ditunjukkan pada titik A. Pada saat 1 unit
senjata dan 14 unit sepeda motor ditunjukkan pada titik B. hal itu berlanjut hingga
kombinasi di titik F yang memproduksi 5 unit senjata tanpa memproduksi sepeda motor.
Pergerakan titik A ke B menunjukkan adanya pengurangan produksi jumlah produksi
sepeda motor, yaitu dari 15 ke 14. Ini berarti faktor-faktor produksi yang dikorbankan
sudah cukup untuk memproduksi 1 unit senjata yang pertama. Begitu seterusnya hingga
sampai pada titik F. Jadi produksi senjata dapat terus ditambah jika produksi sepeda
motor terus dikorbankan, sehingga biaya-biaya yang digunakan untuk faktor-faktor
produksi sepeda motor dapat digunakan untuk membiayai produksi sepeda motor. Setelah
kamu mempelajari Tabel 1.1 di atas, marilah kita pelajari juga kurva batas kemungkinan
produksi dalam kurva PPF berikut berdasar tabel di atas!
Kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontier-PPF) ditunjukkan pada
garis yang dibentuk dari titik A hingga F. Garis lengkung AF menjadi batas produksi dari
kombinasi sepeda motor dan senjata sekaligus adalah produksi tertinggi yang dapat
dilakukan perusahaan "X". Perhatikanlah! titik yang ada di luar kurva, yaitu pada titik G

11
maksudnya pada kombinasi itu tidak dapat dicapai oleh sumber daya dan teknologi
yang tersedia. Sedangkan pada titik H, menandakan kegiatan ekonomi tidak memanfaatkan
seluruh sumber daya yang tersedia.
Seperti apa yang sudah disebutkan di
atas bahwa setiap tambahan satuan
komoditas pertama yang diproduksi
menyebabkan sejumlah komoditas kedua
harus dikorbankan. Sesuai konsep
opportunity cost, biaya dari setiap satuan
bahan pembuat komoditas pertama yang
diproduksi sama dengan kesempatan atau
peluang yang hilang atau jumlah komoditas
kedua yang wajib dikorbankan. Hal inilah
yang berakibat perusahaan untuk
berpindah usaha/berproduksi di bidang lain
karena memandang memproduksi barang
tertentu lebih menguntungkan, sehingga
perusahaan wajib terpaksa untuk me-
lakukan PHK kepada karyawannya. PHK
dilakukan perusahaan kepada karyawan
diakibatkan sebab perusahaan tidak lagi
memerlukan tenaga dari karyawan itu.
TAHUKAH KALIAN
Beberapa definisi tentang tenaga kerja:
a. Setiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan guna menghasilkan barang
atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk masyarakat.
b. Setiap orang laki-laki atau wanita yang berumur 15 tahun ke atas yang sedang
dalam dan atau akan melaksanakan pekerjaan, baik di dalam atau di luar
hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat.
c. Setiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan baik di dalam atau di
luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. (UU Pokok Ketenagakerjaan No. 14 Tahun 1969).
Dalam hubungan ini maka pembinaan tenaga kerja adalah peningkatan
kemampuan efektivitas tenaga kerja untuk melaksanakan pekerjaan.
d. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan, pengertian Tenaga
Kerja adalah setiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan guna
menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri
atau untuk masyarakat.
12

Tugas
Carilah data dari koran, majalah dan internet tentang berita perusahaan yang
melakukan produksi dalam bidang lain yang berakibat hilangnya kesempatan
tenaga kerja? Bagaimanakah pendapatmu bagaimanakah upaya mengatasinya?

Sumber : Buku Ekonomi Kelas 10, Kemdikbud

0 Response to "Mengidentifikasi Hilangnya Kesempatan Pada Tenaga Kerja Bila Melakukan Produksi Di Bidang Lain"

Posting Komentar